Pura Ulun Danu Batur :: Mai Melali ke Bangli

Pura Ulun Danu Batur

Sumber gambar : Google Images, agungrangga.com,

Deskripsi

Pura Batur yang lebih dikenal dengan Pura Ulun Danu terletak pada ketinggian 900 m di atas permukaan laut tepatnya di Desa Kalanganyar Kecamatan Kintamani di sebelah Timur jalan raya Denpasar-Singaraja.

Pura ini menghadap ke Barat yang dilatarbelakangi Gunung Batur dengan lava hitamnya serta Danau Batur yang membentang jauh di kaki Gunung Batur, melengkapi keindahan alam di sekeliling pura.

Sebelum letaknya yang sekarang ini, Pura Batur terletak di lereng Barat Daya Gunung Batur. Karena letusan dahsyat pada tahun 1917 yang telah menghancurkan semuanya, termasuk pura itu kecuali sebuah pelinggih yang tertinggi. Akhirnya berkat inisiatif kepala desa bersama pemuka desa, mereka membawa pelinggih yang masih utuh dan membangun kembali Pura Batur ke tempat yang lebih tinggi yakni pada lokasi saat ini.

Upacara di pura ini dirayakan setiap tahun yang dinamakan Ngusaba Kedasa.

 

Sejarah Pura Batur 

Sebelum letusan Gunung Batur yang dahsyat pada tahun 1917, Pura Batur semula terletak di kaki Gunung itu dekat tepi Barat Daya Danau Batur yang merusakkan 65.000 rumah, 2.500 Pura dan lebih dari ribuan kehidupan. Tetapi keajaiban menghentikannya pada kaki Pura. Or-ang-orang melihat semua ini sebagai pertanda baik dan melanjutkan untuk tetap tinggal di sana. Pada tahun 1926 letusan baru menutupi seluruh Pura kecuali “Pelinggih“ yang tertinggi, tempat pemujaan kepada Tuhan dalam perwujudan Dewi Danu, dewi air danau. Kemudian warga desa bersikeras untuk menempatkannya di tempat yang lebih tinggi dan memulai tugas mereka untuk membangun kembali pura. Mereka membawa pelinggih yang masih utuh dan membangun kembali Pura Batur.

Beberapa lontar suci Bali kuno menceritakan asal mula Pura Batur yang merupakan bagian dari “Sad Kayangan” enam kelompok Pura yang ada di Bali yang tercatat dalam Lontar Widhi Sastra, Lontar Raja Purana dan Babad Pasek Kayu Selem. Pura Batur juga dinyatakan sebagai Pura “Kayangan Jagat“ yang disungsung oleh masyarakat umum.

Sejarah Pura Batur merupakan persembahan untuk Dewi Kesuburan, Dewi Danu. Dia adalah Dewi dari air danau. Air yang kaya akan mineral mengalir dari Danau Batur, mengalir dari satu petak sawah ke petak sawah yang lainnya, lambat-laun turun ke laut. Dalam lontar Usana Bali, salah satu sastra suci yang ditempatkan di pura itu, ada legenda kuno yang melukiskan susunan dari tahta Dewi Danu.

Legenda tersebut diceritakan sebagai berikut :

Pada suatu malam di awal bulan kelima Margasari Dewa Pasupati (Siwa) memindahkan puncak Gunung Mahameru di India dan membaginya menjadi dua bagian. Dibawanya satu bagian dengan tangan kirinya dan yang satunya dengan tangan kanannya. Kedua belahan itu dibawa menjadi tahta. Belahan yang dibawa dengan tangan kanannya menjadi Gunung Agung tahta untuk anaknya, Dewa Putranjaya (mahadewa Siwa) dan yang dibawanya dengan tangan kiri menjadi Gunung Batur tahta dari Dewi Danu, Dewi Air Danau . Legenda ini menjadikan Gunung Batur dan Gunung Agung sebagai Gunung terbesar di Bali dan dua elemen simbolis “Laki-laki dan Perempuan“ (Purusa dan Pradana) atau dua asal mula manifestasi dari sumber; Tuhan (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).



Peta Lokasi

Detail

  • Nama Pura Ulun Danu Batur
  • Kategori Budaya
  • Alamat Kintamani

Berikan Respon

Bagikan ini


Objek Wisata Lainnya